PENGERTIAN, TOKOH DAN TUJUAN RETORIKA

 

 

PEMBAHASAN

A.      Pengertian dan Tokoh- tokoh Retorika

Istilah retorika berasal dari bahasa latin Yunani Kuno (Rethorica) yang berarti seni berbicara.Dalam bahasa Inggris istilah berasal dari kata rhetoric yang bermakna kepandaian berpidato atau berbicara. Secara terminologi retorika dikenal sebagai “The art of speaking” atau kemampuan bercakap- cakap sehingga pengertian retorika adalah suatu bidang konsentrasi bagaimana berbicara dengan menarik dan lugas sehingga dapat menarik dan menggugah bagi yang mendengarkannya. Ilmu ini kerap kali digunakan untuk komunikasi massa dalam menyampaikan pesan persuasif bertujuan menarik dan menggugah bagi yang mendengarnya.

 

Menurut Richard E. Young cs, retorika ialah ilmu yang mengajarkan bagaimana kita mengajarkan bagaimana kita menggarap masalah wicara- tutur kata heiristik, epistimologi untuk membeina saling pengertian dan kerjasama. Menurut Plato retorika merupakan kemampuan mengaplikasikan bahasa lisan yang sempurna dan merupakan jalan bagi seseorang untuk memperoleh pengetahuan yang luas.

Berbicara yang akan dapat meningkatkan kualitas eksistensi (keberadaan) di tengah-tengah orang lain, bukanlah sekedar berbicara,tetapi berbicara yang menarik(atraktif), bernilai informasi, menghibur,dab berpengaruhi. Dengan kata lain, manusia mesti berbicara berdasarkan seni berbicara yang di kenal dengan istilah retorika. Retorika adalah seni berkomunikasi secra lisan yang dilakukan oleh seseorang kepada sejumlah orang secara langsung bertatap muka. Oleh karena itu, istilah retorika seringkalu disamakan dengan istilah pidato agar lebih jelas maka dalam ulasan berikut ini akan didalam secara Bersama beberapa pemahaman dasar tentang retorika.

Dalam bahasa Yunani ῥήτωρ, rhêtôr, orator, teacher retorika adalah sebuah tehnik pembujuk-rayuaan secara persuasi untuk menghasilkan bujukan dengan melalui karakter pembicara, emosional atau argument (logo). Plato secra umum memberikan defenisi terhadap retorika sebagai suatu seni manipulasi yang bersifat transksional dengan menggunakan lambang untuk mengidentifikasi pembicara dengan pendengar melalui, dan yang dipersuasi saling bekerja sama dalam merumuskan nilai, kepercayaan dan pengharapan mereka. Ini yang dikatakan Kenneth burke (1969) sebagai substansi dengan penggunakan media oral atau tertulis.

B.      TOKOH-TOKOH RHETORIKA

1)      GEORGIAS ( dari kaum sosialis )

Georgias adalah seorang guru retorika yang pertama. Ia membuka sekolah retorika yang mengajarkan dimensi bahasa yang puitis dan teknik berbicara impromptu (berbicara tanpa persiapan ).

2)      PROTAGORAS

Protagoras adalah seseorang yang menyatakan bahwa kemahiran berbicara bukan untuk kemenangan melainkan demi keindahan bahasa.

3)      SOKRATES

Sokrates menyatakan bahwa retorika adalah demi kebenaran. Metode Sokrates dalam beretorika adalah :

ü  Memisahkan pemikiran salah dari yang tepat, yaitu dengan jalan berpikir mendalam dan memperhatikan suatu persoalan dengan sungguh-sungguh agar dapat menemukan suatu “nilai universal” yang ada dalam masyarakat.

ü  Bertanya ( dialog ) dan menyelidiki argumentasi yang diberikan kepadanya.

4)      ISOKRATES

Isokrates mendirikan sekolah retorika tahun 931 SM dengan penekanan pada penggunaan kata-kata dalam susunan yang jernih tapi tidak berlebih-lebihan, rentetan anak kalimat yang seimbang dengan pergeseran suara dan gagasan yang lancar.

5)      PLATO

Menurut Plato, retorika penting sebagai model pendidikan, sarana mencapai kedudukan dalam pemerintahan, dan mempengaruhi rakyat.

6)      ARISTOTELES

Menurut Aristoteles, tujuan retorika adalah membuktikan maksud pembicaraan atau menampakkan pembuktian. Ia menulis 3 jilid buku berjudul De Arte Rhetorica, yang diantaranya berisi 5 tahap penyusunan pidato. Tahapan tersebut terkenal dengan sebutan 5 hukum retorika yang meliputi;

ü  Inventio ( penemuan )

Pembicara menggali topik dan meneliti khalayak untuk mengetahui metode persuasi yang paling tepat.

ü  Dispositio ( penyusunan )

Pembicara menyusun pidato atau mengorganisasikan pesan. Pesan dibagi ke dalam beberapa bagian yang berkaitan secara logis.

 

ü  Elocutio ( gaya )

Dapat ditempuh dengan cara : menggunakan bahasa yang tepat, memilih kata-kata yang jelas dan langsung, memakai kalimat yang indah, dan menyesuaikan bahasa dengan pesan, khalayak, dan pembicara.

ü  Memoria ( memori )

Pembicara harus mengingat apa yang ingin disampaikannya.

ü  Pronuntiatio ( penyampaian )

Pembicara harus memperhatikan suara dan gerakannya saat menyampaikan pesan.

C.      TUJUAN,FUNGSI DAN MANFAAT ILMU KHITOBAH

Tujuan retorika adalah persuasi, yang dimaksudkan dalam persuasi dalam hubungan ini adalah yakinnya pendengar akan kebenaran gagasan hal yang dibicarakan pembicara. Artinya bahwa tujuan retorika adalah membina saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat lewat.

Fungsi retorika pada dasarnya adalah mempersiapkan sarana yang baik, yakni menyediakan pengetahuan dan bimbingan bagi penutur, sehingga mereka lebih mudah dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Penyediaan retorika akan pengetahuan manusia sebagai persona tutur, kegiatan bertutur, bahasa, topik tutur, dan tutur akan membantu para penutur dalam meneruskan gagasannya kepada orang lain.

Manfaat Retorika Sejak awal kemunculannya, retorika dianggap sebagai ilmu yang amat bermanfaat untuk mempengaruhi pendapat umum. Aristoteles saat itu malah sudah merumuskan empat manfaat ataukegunaan dari retorika, yakni: Retorika menuntun penutur dalam mengambil keputusan. Apa yang terjadi dalam kehidupan ini, menurut Aristoteles ada hal-hal yang memang benar dan ada hal-hal yang memang tidak benar tetapi cenderung mengalahkan lawannya tanpa mempertimbangkan kebenaran. Yang pertama tampak misalnya pada fakta-fakta kehidupan, sedang yang kedua terlihat dari perwujudan perasaan atau appeal negatif terhadap fakta-fakta tersebut. Misalnya: ketidaksukaan, kemarahan.

PENUTUP

A.   KESIMPULAN

Rhtorika atau dalam bahasa inggris rhetorika bersumber dari perkataan latin rhetorica yang berarti ilmu bicara. Ilmu ini dinamakan dalam bahasa Yunani “rtetorika” yang di kembangkan diyunani purba, kemudian abad-abad berikutnya di kembangkan di romawi dalam bahasa latin “retorika” (dalam bahasa inggris “rhetoric” dalam bahasa Indonesia “retorika”). Sejak dua ribu tahun terbukti banyak orang menjadikan alhi pidato,karena mempelajari tehnik bicara dan tekun melakukan latihan berbicara. Mempelajari retorika membangun orang untuk menjadi pemimpin. Dan dalam proses komunikasi, menguasai tehnikdan seni berbicara tergantung dari usaha untuk mengembangkan kemampuan itu dan berusaha secara optimal untuk melatih diri.

Retorika adalah bagian dari ilmu bahasa (linguistic). Khususnya ilmu bicara (sprecherziehung). Retorika sebagai bagian dari ilmu bina bicara ini mencakup:

Monologika, dialogika, pembinaan tehnik bicara. Menguasai kesanggupan berbahasa dan keterampilan berbicara menjadi alasan utama keberhasilan orang-orang terkenal di dalam sejarah dunia. Pengetahuan tentang retorika dan ilmu komunikasi yang memadai akan membawa keuntungan bagi pribadi bersangkutan dalam bidang-bidang di bawah ini, antara lain:kemampuan pribadi, keberhasilan pribadi, tugas dan jabatan, kehidupan pada umumnya. Sejarah retorika terbagi atas tiga periode zaman, yaitu zaman Yunani, zaman romawi, dan zaman modern. Retorika di zaman Yunani di pelopori oleh Georgias. Geeorgias berasal dari kaum sofia yang menganggap bahwa manusia adalah “ mahluk yang berpengetahuaan dan berkemauan”. Tokoh lain yang berperan dalam pengembangan retorika di Yunani adalah sokrates, Aristoteles, dan ploto. Di zaman romawi tokoh yang terkenal karena suaranya dan buku nya yang berjudul de Orator. Abad 17 di Erofa muncul tokoh-tokoh yang di kenal 13.

 

 

 

 

                                 

Daftar pustaka

Dr. yusuf al-qaradhawi . retorika islam

a.h. hasanuddin. Rhetorika da’wah &publisistik dalam kepemimpinan

zainulmaarif. Retorika. Metode komunukasai publik

Komentar

Sejarah Perkembangan Retorika Klasik sampai sekarang

JENIS-JENIS PIDATO

Retorika dan Ilmu Khitobah

SEJARAH RETORIKA ABAD PERTENGAHAN DAN MODERN