Retorika dan Ilmu Khitobah
DAFTAR ISI
A. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Komunikasi.
3. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Komunikasi
B. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Sosial.
2. Hubungan Retorika Dan Ilmu Dakwah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Retorika merupakan gaya bahasa yang kita gunakan dalam penyampaian suatu pidato kepada mad`u. Sebelum kita gunakan retorika, kita harus memahami situasi dari komunikan yang kita hadapi saat itu, karena komunikasi adalah suatu hubungan intraksi penyampaian yang kita lakukan setiap harinya, jika komunikan tidak tidak tahu apa yang di sampaikan komunikator maka retorika yang akan kita sampaikan akan sia-sia.
Sedangkan, ilmu dakwah itu sendiri erat kaitannya dengan retorika karena seorang penda`I untuk mengajak masyarakat penda`I harus memilki gaya bahasa mereka sendiri yang mudah di cerna msyarakat, karena apa yang di sampaikan oleh penda`I akan selalu di perhatikan cara penyampainya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu retorika ?
2. Apa itu ilmu komunikasi ?
3. Bagaimana hubungan antara retorika dngan ilmu komunikasi ?
4. Bagaimana hubungan retorika dengan ilmu sosial ( lmu dakwah ) ?
C. Tujuan Masalah
- Mengetahui perbedaan dan hubungan ilmu retorika dengan ilmu komunikasi serta mengetahui hubungan dari kedunya.
- Mengetahui perbedaan dan kesamaan retorika dengan ilmu sosial (dakwah ) serta mengetahui hubungan dari keduanya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Komunikasi.
1. Pengertian Retorika
Retorika atau dalam bahasa Inggris rethoric bersumber dari perkataan rhetorica yang berarti ilmu bicara. Cleanth Brooks dan Robert Penn warren dalam bukunya Modern rhetoric, mendefenisikan retorika sebagai the art of using language effectively atau seni penggunaan bahasa secara efektif.[1]
Dan Titik tolak retorika adalah berbicara. Berbicara berarti mengucapkan kata atau kalimat kepada seseorang atau sekelompok orang, untuk mencapai suatu tujuan tertentu (misalnya memberikan informasi atau memberi motivasi). Berbicara adalah salah satu kemampuan khusus pada manusia. Oleh karena itu pembicaraan itu setua umur bangsa manusia. Bahasa dan pembicaraan itu muncul, ketika manusia meng- ungkapkan dan menyampaikan pikirannya kepada manusia lain. Retorika berarti kesenian untuk berbicara baik (Kunst, gut zu reden atau Ars bene dicendi), yang dicapai berdasarkan bakat alam (talenta) dan eterampilan teknis (ars, techne).[2]
2. Pengertian Ilmu Komunikasi.
“Komunikasi adalah proses di mana suatu ide di alihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka”. defenisi ini kemudian di kembangkan oleh Rogers bersama D. Lawrence Kincaid (1981) sehingga melahirkan suatu defenisi baru yang menyatakan bahwa :
“komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lainnya, yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam”[3].
3. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Komunikasi
Retorika merupakan bagian dari ilmu komunikasi. Sebagaimana telah kita ketahui komunikasi adalah mengajak orang untuk mengubah sikap agar bertindak yang sama dengan maksud komunikator (orang yang berkomunikasi). Sedangkan di dalam dakwah, komunikator yang di maksud adalah seorang mubaligh atau da`i[4].
Retorika sangat membutuhkan komunikasi yang bisa di terima oleh komunikan Karena jika komunikator itu sendiri cara penyampaiannya kurang di fahami oleh komunikan maka yang terjadi retorika yang ia sampaikan tidak berhasil. Begitu juga hubungannya dengan ilmu dakwah seorang penda`I harus bisa berkomunikasi dengan baik dan retorika penyampaiannya harus bisa di cerna oleh komunikan, karena keberhasilan dakwah itu harus dapat di atur oleh penda`I atau komunikator itu sendiri agar komunikan atau mad`unya mengerti apa yang kita sampaikan.
Dari kacamata komunikasi tampak bahwa retorika merupakan proses penyampaian pesan dari seorang pembicara kepada orang banyak, baik itu secara langsung (face to face) ataupun tidak langsung (mediated) baik lisan maupun tulisan. Dengan demikian bentuk komunikasi yang tampak dalam retorika adalah komunikasi kelompok atau komunikasi masa. Melalui komunikasi kelompok orang bisa melakukan retorika dalam bentuk khotbah, ceramah, dakwah, kampanye, kuliah dan sebagainya.[5]
B. Hubungan Retorika Dengan Ilmu Sosial.
1. Ilmu Dakwah
Menurut M. Arifin dakwah adalah suatu kegiatan ajakan dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku, dan sebagainya yang di lakukan secara sadar dan terencana dalam usaha memengaruhi orang lain secara individu maupun kelompok agar supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap, penghayatan, serta pengalaman terhadap ajaran agama, message yang di sampaikan kepadanya tanpa ada unsur-unsur paksaan.[6]
Barmawi Umari mengatakan dakwah adalah mengajak orang kepada kebenaran, mengerjakan perintah, menjauhi larangan, agar memperoleh kebahagiaan di masa sekarang dan yang akan datang. Sedangkan menurut M. Natsir, dakwah merupakan usaha menyeruh dan menyampaikan terutama ayang berkaitan dengan tujuan dan pandangan hidup manusia di dunia dengan amar ma`ruf dan nahi munkar dengan menggunakan berbagai cara media yang selaras dengan ahlakul karimah. Dakwah adalah kepandaian menyampaikan ajaran islam secara lisan dalam mewujudkan situasi dan kondisi yang islami.maka retorika dakwah dapat menggetarkan jiwa manusia sehingga dapat berbuat apa yang di kehendaki da`I atau mubaligh.[7]
2. Hubungan Retorika Dan Ilmu Dakwah
Hubungan retorika dengan dakwah menurut T.A. Latief Rosydi dalam bukunya Dasar-Dasar Retorika Komunikasi dan 49 Informasi adalah kemampuan dalam kemahiran menggunakan bahasa untuk melahirkan pikiran dan perasaan itulah sebenarnya hakikat Retorika. Dan kemahiran serta kesenian menggunakan bahasa adalah masalah pokok dalam menyampaikan dakwah.
Berdakwah dengan lisan terutama melalui ceramah, pidato atau khotbah merupakan salah satu bentuk dakwah yang tidak dapat di pisahkan dari ajaran isalam. Agar ceramah atau khotbah berlangsung dengan baik memikat dan menyentuh hati di butuhkan pemahaman retorika.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dakwah dan retorika sangat berhubungan erat, dakwah bertujuan mengajak umat manusia untuk melakukan kebaikan dan menjauhi segala perbuatan yang mungkar. Sedangkan retorika adalah cara bagaimana mengolah bahasa gaya yang baik dan memberikan inovasi-inovasi baru untuk mempengaruhi orang lain. Jadi dengan menggunakan retorika dalam berdakwah akan menjadikan materi yang disampaikan oleh seorang da'i lebih menarik dan penuh inovatif. Sehingga mad'u mau mengikuti apa yang di serukan oleh seorang da'i.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Retorika merupakan kesenian berbicara, sehingga kita sebagai pendakwah harus mengerti bagaiman cara komunikan yang baik di dalam penyampainya di masyarakat. Karena dengan komunikasi yang baik, yang bisa di mengerti oleh komunikan maka retorika yang kita sampaikan tidak sembarangan berbicara. Sedangkan retorika dengan ilmu dakwah itu sendiri sangat berhubungan karena seorang penda`I harus bisa mengajak mad`unya untuk ke dalam situasi apa yang ia sampaikan maka ia harus mempunyai seni berbicara atau retorika.
Secara singkat dapat diambil kesimpulan bahwa dakwah adalah kegiatan untuk mengkomunikasikan kebenaran ilahiah (agama Islam) yang diyakininya kepada pihak lain. Komunikasi ajaran itu dilakukan sebagai upaya mempengaruhi orang lain agar mereka bersikap dan bertingkah-laku Islami. Maka dari itu penda`I di dalam penmyampainya ia harus menguasai retorika penyampaiannya agar masyarakat lebih tertarik dengan apa yang ia sampaikan.
DAFTAR PUSTAKA
Hendrikus, Dori W.Retorika, KANISIUS (Anggota IKAP), Yogyakarta, 2008.
Cangara, Hafied, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT Raja Grafindo, Jakarta; 1998
Susanto , Drs. Kemas Rezi, M.pd.I, Tehnik Berpidato, LP2 STAIN Curup, Curup: 2010
Aziz , Prof. Dr. Moh. Ali, M.Ag, Ilmu Dakwah, Kencana,, Jakarta; 2008
Effendy , Prof. Drs. Onong Uchjana, Ma, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, PT remaja Rosdakarya, Bandung; 2011
Suhandra , Kustadi, retorika (strategi, tehnik, dan taktik pidato), Nuansa, Bandung; 2009.
[1] Drs. Kemas Rezi Susanto, M.Pd.I, Tehnik Berpidato, LP2 STAIN Curup, Curup, 2010, Hal 1.
[2] Dori Wuwur Hendrikus, Retorika, KANISIUS (Anggota IKAP), Yogyakarta, 2008, Hlm 14.
[3] Hafied Cangara, Pengantar Ilmu Komunikasi, PT Raja Grafindo, Jakarta, 1998, hal. 17.
[4] Drs. Kemas Rezi Susanto, M.Pd.I, Tehnik Berpidato, LP2 STAIN Curup, Curup, 2010, Hal. 19-20.
[5] Kustadi Suhandra, Retorika (Strategi, Tehnik, Dan Taktik Pidato), Nuansa, Bandung, 2009, Hal.30.
[6] Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Ilmu Dakwah, Kencana, Jakarta, 2008, Hal. 16.
[7] Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag, Ilmu Dakwah, Kencana,, Jakarta, 2008, Hal. 21-22
Komentar
Posting Komentar